Perangkat Petani Kecil
"Petani adalah masyarakat lokal dan masyarakat adat. Kami memelihara kearifan lokal kami untuk dapat mendengarkan tanah kami dan mendengarkan hutan kami. Hutan dan kami tidak dapat dipisahkan. Selama beberapa generasi nenek moyang kami, kami telah menjalin hubungan yang erat dengan semua tanaman, dan semua batu Ifa dan Pomang, (pemimpin dalam pemujaan tradisional Dayak) dan tidak ada yang dapat menghalangi hubungan kami."
TKepala Adat Dayak Hibun, Kalimantan Barat, Indonesia.
Sumber: Uji Coba Lapangan Petani Kecil SKT-SKT Sederhana 2022.
Petani kecil sangat penting untuk dihentikan
deforestasi yang didorong oleh komoditas
Sebagian besar upaya untuk menghentikan dan membalikkan deforestasi yang disebabkan oleh komoditas di daerah tropis berfokus pada perkebunan skala besar, hutan tanaman industri, serta merek dan rantai pasok global. Namun, petani kecil dan petani independen skala kecil menanam sebagian besar tanaman komoditas dunia di dalam bentang alam hutan tropis dan sangat penting dalam upaya memerangi deforestasi yang didorong oleh komoditas.
Petani kecil sangat penting bagi beberapa sektor komoditas utama, termasuk memasok 60% kopi dunia, 80% kakao dunia, dan 85% karet alam dunia. Namun, meskipun petani kecil sangat penting bagi perekonomian negara-negara penghasil komoditas utama, mereka jarang mendapatkan manfaat dari dukungan jangka panjang untuk praktik konservasi dan seringkali menghadapi tekanan yang luar biasa untuk membuka lahan untuk budidaya demi memenuhi kebutuhan dasar pangan, mata pencaharian, serta menafkahi keluarga dan masyarakat.
Perangkat HCSA yang Disederhanakan untuk Petani Kecil
HCSA telah bekerja sama dengan
petani kecil, serikat petani skala kecil dan mitra untuk mengembangkan cara yang praktis,
pendekatan yang telah teruji di lapangan bagi petani kecil untuk mengurangi dan menghilangkan deforestasi
dari praktik pertanian mereka.
Petani kecil sering kali disalahkan atas deforestasi dan seringkali dikucilkan dari rantai pasok komoditas berkelanjutan, pasar global, dan harga yang wajar. Toolkit Pendekatan SKT-NKT yang Disederhanakan untuk Petani Kecil di Indonesia memungkinkan petani kecil Indonesia mencapai praktik bebas deforestasi dan mengidentifikasi serta melindungi hutan dan nilai konservasi tinggi mereka, serta memberikan bukti bahwa mereka memenuhi peraturan di negara pasar serta berkontribusi terhadap komitmen pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi.
Uji coba lapangan ekstensif yang dipimpin oleh SPKS dilakukan dengan petani kecil di desa-desa dan komunitas di Kalimantan Barat di area seluas 27.000 hektar dari tahun 2019 hingga 2023, diikuti dengan memasukkan masukan dari konsultasi publik.
HCSA juga bekerja sama dengan Platform Global untuk Karet Alam Berkelanjutan (GPSNR) pada tahun 2023 untuk belajar dari petani kecil penghasil karet di Indonesia. Hasil uji coba dengan GPSNR telah dimasukkan ke dalam perangkat ini.
Hasilnya adalah panduan praktis langkah demi langkah yang mendukung petani kecil dan masyarakat di Indonesia dalam penerapan produksi tanpa deforestasi dengan menawarkan versi digital yang lebih sederhana dari perangkat HCSA global utama yang dapat digunakan oleh petani kecil dengan dukungan dari LSM lokal.
Meskipun perangkat ini dibuat dan diuji oleh petani kecil di Indonesia yang menanam kelapa sawit bersama tanaman lain seperti karet dan menggunakan kawasan hutan untuk praktik seperti perladangan berpindah, dan oleh karena itu perangkat ini hanya cocok untuk lanskap Indonesia dan konteks sosial dan produktif, namun gagasan intinya dapat dengan mudah diadaptasi untuk digunakan dengan tanaman yang berbeda dan wilayah/negara lain di seluruh dunia.
Perangkat Petani Kecil yang Disederhanakan
Tersedia untuk dilihat online atau diunduh dalam bahasa Inggris dan Indonesia.